No.
|
Nama
|
Arab
|
Indonesia
|
Inggris
|
1
|
الله
|
The God
|
||
2
|
الرحمن
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pengasih
|
The All Beneficent
|
|
3
|
الرحيم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang
|
The Most Merciful
|
|
4
|
الملك
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah
|
The King, The Sovereign
|
|
5
|
القدوس
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Suci
|
The Most Holy
|
|
6
|
السلام
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan
|
Peace and Blessing
|
|
7
|
المؤمن
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan
|
The Guarantor
|
|
8
|
المهيمن
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pemelihara
|
The Guardian, the Preserver
|
|
9
|
العزيز
|
Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
|
The Almighty, the Self Sufficient
|
|
10
|
الجبار
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Perkasa
|
The Powerful, the Irresistible
|
|
11
|
المتكبر
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Megah, Yang Memiliki Kebesaran
|
The Tremendous
|
|
12
|
الخالق
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pencipta
|
The Creator
|
|
13
|
البارئ
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk,
Menyeimbangkan)
|
The Maker
|
|
14
|
المصور
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
|
The Fashioner of Forms
|
|
15
|
الغفار
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pengampun
|
The Ever Forgiving
|
|
16
|
القهار
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Memaksa
|
The All Compelling Subduer
|
|
17
|
الوهاب
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Karunia
|
The Bestower
|
|
18
|
الرزاق
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Rejeki
|
The Ever Providing
|
|
19
|
الفتاح
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pembuka Rahmat
|
The Opener, the Victory Giver
|
|
20
|
العليم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Mengetahui (Memiliki Ilmu)
|
The All Knowing, the Omniscient
|
|
21
|
القابض
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menyempitkan (makhluknya)
|
The Restrainer, the Straightener
|
|
22
|
الباسط
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melapangkan (makhluknya)
|
The Expander, the Munificent
|
|
23
|
الخافض
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Merendahkan (makhluknya)
|
The Abaser
|
|
24
|
الرافع
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Meninggikan (makhluknya)
|
The Exalter
|
|
25
|
المعز
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Memuliakan (makhluknya)
|
The Giver of Honor
|
|
26
|
المذل
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan (makhluknya)
|
The Giver of Dishonor
|
|
27
|
السميع
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendengar
|
The All Hearing
|
|
28
|
البصير
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melihat
|
The All Seeing
|
|
29
|
الحكم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menetapkan
|
The Judge, the Arbitrator
|
|
30
|
العدل
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil
|
The Utterly Just
|
|
31
|
اللطيف
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Lembut
|
The Subtly Kind
|
|
32
|
الخبير
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengetahui Rahasia
|
The All Aware
|
|
33
|
الحليم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyantun
|
The Forbearing, the Indulgent
|
|
34
|
العظيم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Agung
|
The Magnificent, the Infinite
|
|
35
|
الغفور
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengampun
|
The All Forgiving
|
|
36
|
الشكور
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pembalas Budi (Menghargai)
|
The Grateful
|
|
37
|
العلى
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi
|
The Sublimely Exalted
|
|
38
|
الكبير
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Besar
|
The Great
|
|
39
|
الحفيظ
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menjaga
|
The Preserver
|
|
40
|
المقيت
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Kecukupan
|
The Nourisher
|
|
41
|
الحسيب
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membuat Perhitungan
|
The Reckoner
|
|
42
|
الجليل
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
|
The Majestic
|
|
43
|
الكريم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemurah
|
The Bountiful, the Generous
|
|
44
|
الرقيب
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengawasi
|
The Watchful
|
|
45
|
المجيب
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengabulkan
|
The Responsive, the Answerer
|
|
46
|
الواسع
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Luas
|
The Vast, the All Encompassing
|
|
47
|
الحكيم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maka Bijaksana
|
The Wise
|
|
48
|
الودود
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencinta
|
The Loving, the Kind One
|
|
49
|
المجيد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
|
The All Glorious
|
|
50
|
الباعث
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membangkitkan
|
The Raiser of the Dead
|
|
51
|
الشهيد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menyaksikan
|
The Witness
|
|
52
|
الحق
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Benar
|
The Truth, the Real
|
|
53
|
الوكيل
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memelihara
|
The Trustee, the Dependable
|
|
54
|
القوى
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kuat
|
The Strong
|
|
55
|
المتين
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kokoh
|
The Firm, the Steadfast
|
|
56
|
الولى
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melindungi
|
The Protecting Friend, Patron, and Helper
|
|
57
|
الحميد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Terpuji
|
The All Praiseworthy
|
|
58
|
المحصى
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengkalkulasi
|
The Accounter, the Numberer of All
|
|
59
|
المبدئ
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memulai
|
The Producer, Originator, and Initiator of all
|
|
60
|
المعيد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengembalikan Kehidupan
|
The Reinstater Who Brings Back All
|
|
61
|
المحيى
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menghidupkan
|
The Giver of Life
|
|
62
|
المميت
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mematikan
|
The Bringer of Death, the Destroyer
|
|
63
|
الحي
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Hidup
|
The Ever Living
|
|
64
|
القيوم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mandiri
|
The Self Subsisting Sustainer of All
|
|
65
|
الواجد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penemu
|
The Perceiver, the Finder, the Unfailing
|
|
66
|
الماجد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
|
The Illustrious, the Magnificent
|
|
67
|
الواحد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Esa
|
The One, the All Inclusive, the Indivisible
|
|
68
|
الصمد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
|
The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of
All, the Everlasting
|
|
69
|
القادر
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menentukan, Maha
Menyeimbangkan
|
The All Able
|
|
70
|
المقتدر
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkuasa
|
The All Determiner, the Dominant
|
|
71
|
المقدم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendahulukan
|
The Expediter, He who brings forward
|
|
72
|
المؤخر
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengakhirkan
|
The Delayer, He who puts far away
|
|
73
|
الأول
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Awal
|
The First
|
|
74
|
الأخر
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Akhir
|
The Last
|
|
75
|
الظاهر
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Nyata
|
The Manifest; the All Victorious
|
|
76
|
الباطن
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Ghaib
|
The Hidden; the All Encompassing
|
|
77
|
الوالي
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memerintah
|
The Patron
|
|
78
|
المتعالي
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi
|
The Self Exalted
|
|
79
|
البر
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penderma
|
The Most Kind and Righteous
|
|
80
|
التواب
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penerima Tobat
|
The Ever Returning, Ever Relenting
|
|
81
|
المنتقم
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyiksa
|
The Avenger
|
|
82
|
العفو
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemaaf
|
The Pardoner, the Effacer of Sins
|
|
83
|
الرؤوف
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengasih
|
The Compassionate, the All Pitying
|
|
84
|
مالك الملك
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Penguasa Kerajaan (Semesta)
|
The Owner of All Sovereignty
|
|
85
|
ذو الجلال و الإكرام
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
|
The Lord of Majesty and Generosity
|
|
86
|
المقسط
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil
|
The Equitable, the Requiter
|
|
87
|
الجامع
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengumpulkan
|
The Gatherer, the Unifier
|
|
88
|
الغنى
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkecukupan
|
The All Rich, the Independent
|
|
89
|
المغنى
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Kekayaan
|
The Enricher, the Emancipator
|
|
90
|
المانع
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mencegah
|
The Withholder, the Shielder, the Defender
|
|
91
|
الضار
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Derita
|
The Distressor, the Harmer
|
|
92
|
النافع
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Manfaat
|
The Propitious, the Benefactor
|
|
93
|
النور
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi
Cahaya)
|
The Light
|
|
94
|
الهادئ
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Petunjuk
|
The Guide
|
|
95
|
البديع
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencipta
|
Incomparable, the Originator
|
|
96
|
الباقي
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kekal
|
The Ever Enduring and Immutable
|
|
97
|
الوارث
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pewaris
|
The Heir, the Inheritor of All
|
|
98
|
الرشيد
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pandai
|
The Guide, Infallible Teacher, and Knower
|
|
99
|
الصبور
|
Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Sabar
|
The Patient, the Timeless
|
Madrasah tsanawiyah (MTs) adalah jenjang dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah pertama, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah tsanawiyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9.
>> I N FO R M A S I <<
>> Pemilik NUPTK dan masih aktif sebagai PTK (Pendidik & Tenaga Kependidikan) silahkan melakukan pemutakhiran dengan mengunduh Formulir, dan mengikuti prosedur yang ada. Bagi PTK yang tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK, otomatis akan dinyatakan TIDAK AKTIF.
>> Perlu kami sampaikan pula bahwa pelaksanaan proses Pengajuan NUPTK baru bagi PTK yang belum memilikinya akan dibuka mulai hari Senin tanggal 24 Juni 2013. Syarat dan ketentuan pengajuan NUPTK baru dimaksud akan diinformasikan dalam waktu dekat di situs ini :: http://padamu.kemdikbud.go.id/
>> Pemilik NUPTK dan masih aktif sebagai PTK (Pendidik & Tenaga Kependidikan) silahkan melakukan pemutakhiran dengan mengunduh Formulir, dan mengikuti prosedur yang ada. Bagi PTK yang tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK, otomatis akan dinyatakan TIDAK AKTIF.
>> Perlu kami sampaikan pula bahwa pelaksanaan proses Pengajuan NUPTK baru bagi PTK yang belum memilikinya akan dibuka mulai hari Senin tanggal 24 Juni 2013. Syarat dan ketentuan pengajuan NUPTK baru dimaksud akan diinformasikan dalam waktu dekat di situs ini :: http://padamu.kemdikbud.go.id/
Asmaaul husna
Tahap-tahap dalam ilmu Agama Islam
1. Al Qur’anul Karim
Pentingnya bagi penuntut ilmu agar mengkhususkan target
tertentu untuk menghafal Al Qur’an setiap hari. Target tersebut hendaknya bisa
satu halaman atau setengah halaman atau minimal sepuluh ayat. Sebaiknya
menghafalnya satu halaman atau setengah halaman atau minimal sepuluh ayat.
Sebaiknya menghafalnya di hadapan seorang ustadz/guru yang menguasai bacaan Al
Qur’an. Jika tidak memungkinkan, maka ia bisa dibantu temannya yang memiliki
kesungguhan, karena hal ini akan meningkatkan semangat dan memperkuat keinginan
untuk menghafal Al-Qur’an. Hendaknya ia sering mengulang-ulang apa yang telah
ia hafal secara terus menerus. Hendaknya ia mengulang hafalannya ketika sholat
sunnah dan sholat malam. Dengan demikian akan memperkuat hafalannya.
2. Ilmu Tafsir
Sebaiknya para penuntut ilmu untuk membaca setiap harinya
tafsir ayat yang akan dia hafal pada hari itu. Dengan mengetahui makna ayat
maka bisa membantu dalam menghafalnya. Kemudian setelah hafal ayat tersebut,
dia kembali membaca tafsirnya untuk memperkuat ingatannya. Bacalah dengan
memulai membaca salah satu kitab tafsir ini, yaitu :
“Tafsir Al Baghowi”, karya Imam Al Baghowi -rahimahullah-
Beliau salah satu Imam Ahlus Sunnah yang mulia, atau kitab “ Zubdatut Tafsir” Karya Syaikh DR Muhammad bin Sulaiman Al Asyqor–hafidhahulloh-, setelah itu berpindah ke tafsir ”
Taisir Karimirrahman ” karya Syaikh As’ Sa’di -rahimahullah-, kemudian tafsir
“Fathul Qodir” karya Imam Asy Syaukani -rahimahullah-. Setelah itu tafsir “Ibnu
Katsir” karya Al Imam Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah-. Baru kemudian
pindah ke tafsir yang besar seperti tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari karya Imam
Ath thobari -rahimahullah- atau tafsir Al Qourthuby karya Imam Al Qurthuby
-rahimahullah- atau tafsir besar lainnya.
3.Ilmu Hadits dan Syarah (penjelasnya)
Sebaiknya kepada para penuntut ilmu agar bisa menghafal 3-5
hadits setiap harinya. kalau bisa dihadapan seorang guru menguasai ilmu hadits
dan bahasa arab. Namun bila kesulitan, ia bisa menghafalnya dengan teman yang
bersungguh-sungguh dan memberi motivasi untuk meraih ilmu. Dengan demikian bisa
saling menjaga dari ganguan orang lain dan menjaga semangatnya. Sebaiknya diawali dengan menghafal “Hadits Arbain” karya
Imam An Nawawi -rahimahullah- dan ditambah dari Imam Ibnu Rajab. Disertai
dengan membaca penjelasan/syarah hadist tersebut yang akan dihafal dari kitab
mukhtashor /ringkasan seperti Syarh Al Arba’in oleh Imam Ibnu Daqiq Al `Ied
-rahimahullah-, (dan kitab syarah arbain yang lainnya seperti syarah arbain
oleh Imam Nawawi sendiri, Syarah Arbain oleh Syaikh Al Utsaimin dan yang
lainnya banyak sekali kitab yang menjelaskan makna hadits arbain -red).
Setelah itu pindah ke kitab “Umdahtul Ahkam” karya Imam
Abdul Ghoni Al Maqdisi (kitab yang membahas hadits –hadist hukum yang disepakati oleh
Bukhori Muslim –red) dengan menghafal 3-5 hadits setiap hari sambil membaca
penjelasannya pada kitab “Taisir Allam Syarh Umdahtul Ahkam” karya Syaikh Al
Bassam -rahimahullah-.Dilanjutkan dengan menghafal kitab “Al Muntaqo” karya
Majd bin Ibnu Taimiyah dengan membaca penjelasannya dalam “Nailur Author min
Muntaqo Al Akhbar” karya Imam Asy Syaukani. Terakhir berpindah ke kitab
“jami’ul Ulum Wa Al Hikam” karya Imam Ibnu Rajab Al hambali -rahimahullah-.
Setelah menyelesaikan semua kitab diatas, baru berpindah ke
kitab-kitab hadits yang besar beserta penjelasannya. Dimulai dengan kitab
“Shahih Bukhori” karya Imam Bukhori -rahimahullah- dengan membaca syarah-nya
yaitu “Fathul Baari Syarh Shahih Al Bukhori” karya Imam Ibnu Hajar
-rahimahullah- . Kemudian dilanjutkan dengan “Shahih Muslim” karya Imam Muslim
-rahimahullah- dengan sekaligus membaca syarahnya yaitu Shahih Muslim Syarh An
Nawawi oleh Imam Nawawi -rahimahullah-. Kemudian ” Sunan Abu Daud” dengan
syarah-nya Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abu Daud oleh Al `Adzim Abadi. Kemudian Sunan At Tirmidzi dengan
syarahnya berjudul Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan At Tirmidzi karya Al
Mubarakfury. Setelah itu dilanjutkan ke Sunan An Nasa’I, Sunan Ibnu Majah dan
Musnad Ahmad dengan syarah-nya Al fathur Rabbani karya As Sa’ati atau kitab-kitab
besar lainnya.
4. Ilmu Tauhid
Sebaiknya seorang penuntut ilmu memulai kitab “Ushul
Tsalatsah karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab beserta syarahnya Syarh Ushul
Ats-Tsalastah dari karya Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah-
(dan syarh karya ulama lainnya -red). Kemudian berpindah ke kitab A’laamus
Sunnah Al Mansyuroh “karya Hafidzh Al Hikami. Lalu kitab ` Lu’matul I’tiqod Al
Hadi Al Mansyuroh” karya Imam Al Maqdisi dengan syarahnya oleh Syaikh Abdulloh bin Jibrin. Selanjutnya, berpindah ke kitab At Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab dengan syarahnya “Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid karya Syaikh
Abdurrahman AluSyaikh -rahimahullah- atau Al Qoulul Mufid Syarh Kitabit Tauhid
karya Syaikh Al Utsaimin - ahimahullah-. Kemudian berpindah ke Kitab Al
Qowaidul Mutsla fi Syarhi Asma’illah wa Shifatihil Husna karya Syaikh Al
Utsaimin, beliau telah menjelaskan sendiri bahwa ceramah penjelasan kitabnya
ini telah direkam dalam beberapa kaset yang sangat bermanfaat, maka pelajar
sebaiknya berusaha untuk mendengarkannya. Selanjutnya berpindah ke kitab Al Aqidah Al Washitiyyah
karya Imam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- dengan syarahnya Syaikh Al Utsaimin
juga syarah dari Syaikh DR khalil Harras, Syaikh Sholih Alu Syaikh dan lainnya.
Selanjuttnya mereka bisa mengkaji kitab-kitab yang lebih besar seperti “Al
Aqidah At Tadmuriyyah karya Imam Ibnu Taimiyyah atau Al Aqidatuth Thahawiyah
karya Abu Ja’far Ath Thahawi dengan penjelasannya oleh Ibnu Abi Al Izzi, Atau
kitab As Sunnah karya Ibnu Buthathah dan kitab Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal
Jamaah karya Imam Al Lalikai -rahimahullah- .
5. Ilmu Fiqih
Sebaiknya penuntut ilmu mengkhususkan dirinya dengan
beberapa masalah fiqh yang ingin dia fahami atau kaji setiap harinya kurang
lebih 4-7 masalah. Sebaiknya dia memulainya dengan kitab “Ad Durrarul Bahiyah”
karya Imam Asy Syaukani -rahimahullah- . Kemudian dia mendengar kaset “Fatawa
Nurun alad Darbi” karya Syaikh Abdul Aziz bin Baaz , Syaikh Muhammad bin Shalih
Al Ustaimin –rahimahakumullah-, hingga kitab “Al Mughni” karya Imam Ibnu
Qudamah Al Maqdisi.
Selanjutnya berpindah ke kitab-kitab fiqh muqorin
(perbandingan madzhab) dan ensiklopedi fiqh seperti kitab “Al Mughni” karya
Imam Ibnu Qudamah dan kitab ” Al Majmu” “Syarahil Muhadzdzab” karya Imam An
Nawawi -rahimahullah-.
6. Siroh Nabawiyyah (Biografi Rosululloh Sholallahu Alaihi
Wassalam )
Penuntut ilmu sebaiknya memulai dengan mengkaji kitab “Ar
Rakhiqul Makhtum” Karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, kemudian
berpindah kitab “Hadzal Habib ya Muhib”karya Syaikh Abu Bakar Al Jazairy
-rahimahullah-. Selanjutnya mengkaji kitab ” As Siroh An Nabawiyyah” karya Imam
Ibnu Katsir -rahimahullah- dan kitab Zaadul Ma’ad karya Imam Ibnu Qoyyim Al
Jauziyah -rahimahullah-.
7. Tarikh (Sejarah Islam) , Biografi Ulama dan Informasi
tentang mereka – rahimakumulloh- Sebaiknya penuntut ilmu memulia dengan membaca kitab ”
Shuwar min Hayaatis Shahabah dan kitab ” Shuwar min Hayaatit Tabi’in” keduanya
karya Syaikh DR Abdurrahman Ra’fat Al Basya. Selanjutnya kitab “Ar Riqqah wal
Buka” karya Imam Ibnu Quda,ah -rahimahullah-. Kitab Az Zuhd oleh Imam Ahmad
-rahimahullah-. Dan kitab Al Bidayah wa An Nihayah karya Imam Ibnu Katsir.
Kemudian kitab Siyar A’lamin An Nubala karya Al Haidzh Adz Dzahabi
-rahimahullah- dan berpindah ke kitab At Tarikh Baghdad karya Al Khatib Al
Baghdadi -rahimahullah- serta kitab-kitab besar lainnya.
8. Pendidikan Keimanan
Dimulai bertahap dengan membaca At Tibyan fi
Adabi Hamlatil Qur’an karya Imam An Nawawi -rahimahullah-, kemudian berpindah
ke kitab Mukhtashor Minhail Qoshidin karya Ibnu Qudamah Al Maqdisi
-rahimahullah-, kemudian dilanjutkan ke kitab Istisyaq Nasim Al Unsy karya Imam
Ibnul Jauzy -rahimahullah-, berikutnya kitab Al Jawaabul Kaafi liman saala anid
Dawaaisy Syafii dikenal dengan nama Ad Daa wa Dawaa karya Imam Ibnu Qoyyim
-rahimahullah- kemudian kitab At Takhwif minan Naar karya Imam Ibnu rajab, baru
berpindah ke kitab-kitab besar seperti Madaarijus Salikin karya Imam Ibnul
Qoyyim dan kitab besar lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
